Tempat Wisata Solo

Astana Girilayu, Karanganyar

Selasa, 29 Nov 2016

Astana Girilayu, kompleks pemakaman tokoh-tokoh terkemuka pada masa kerajaan Islam, berlokasi di Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. KGPAA Mangkunegoro IV, KGPAA Mangkunegoro V, KGPAA Mangkunegoro VII, dan KGPAA Mangkunegoro VIII dimakamkan di sini. Mereka ditempatkan dalam mausoleum masing-masing.

Selain sebagai tempat peristirahatan terakhir raja Mangkunegaran, kompleks pemakaman ini juga merupakan tempat GRAy Siti Noeroel Kamaril Ngarasati Koesoemowardhani Soerjosoejarso (Gusti Noeroel), putri dalem KGPAA Mangkunegoro VII, dimakamkan.

Astana Girilayu dinamakan demikian karena bertempat di Desa Girilayu. Arti kata Girilayu dalam bahasa Jawa adalah “gunung tempat pemakaman”.

Kompleks ini dibangun pada tahun 1881. Astana Girilayu dibuat karena lahan Astana Mangadeg telah penuh. Letak Astana Mangadeg di lereng Gunung Lawu bagian lebih rendah daripada Astana Girilayu. Astana Mangadeg yang dibangun pada tahun 1716 itu merupakan tempat kompleks makam KGPAA Mangkunegoro I (RM Mas Said), KGPAA Mangkunegoro II, dan KGPAA Mangkungegoro II beserta keluarga inti Mangkunegaran.

Arsitektur Astana Girilayu mencerminkan kejayaan Raja-raja Mangkunegaran. Sentuhan arsitektur Eropa terlihat di beberapa sudut seperti di jendela dan di simbol menyerupai salib.

Ornamen tahta Ratu Belanda menghiasi jendela-jendela di Astana Girilayu yang berjumlah banyak. Simbol M dan N di bangunan menegaskan bahwa pemilik bangunan berinisial MN atau Mangkunegara. Sentuhan Eropa pada bangunan mengindikasikan bahwa Raja Mangkunegaran kala itu dekat dengan pihak Belanda.

IxoTransport sebagai jasa sewa mobil Solo siap mengantarkan Anda ke Astana Girilayu. Hubungi kami melalui kontak kami yang tersedia di situs ini.