Tempat Wisata Solo

Candi Gedong Songo, Ungaran

Selasa, 29 Nov 2016

Candi Gedong Songo adalah peninggalan kebudayaan Hindu yang ditemukan oleh Sir Stamford Raffles. Gubernur yang menjabat pada masa pendudukan Inggris ini menemukan kompleks percandian tersebut pada tahun 1804. Saat Raffles menemukan kompleks ini, dia hanya berhasil menemukan tujuh buah candi sehingga menamainya dengan sebutan Gedong Pitoe.

Sementara itu, nama Gedong Songo secara harfiah artinya sembilan kelompok bangunan. Kata gedong berarti “bangunan” dan songo berarti “sembilan” dalam bahasa Jawa. Candi-candi yang berada di lereng Gunung Ungaran ini memang berjumlah sembilan yang tersebar di beberapa kompleks.

Kesembilan candi tersebar di lereng dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Candi-candi tersebut sering tidak kelihatan dari jauh karena kerapkali diselimuti kabut.

Sesungguhnya, sebelum Raffles, ada seseorang bernama Loten yang telah menemukan candi-candi ini. Namun, baru Raffles-lah yang menamai candi tersebut dan menginisiasi penelitian lebih lanjut.

Diperkirakan, candi ini dibangun pada tahun 927 Masehi di masa kepemimpinan Wangsa Syailendra. Penelitian tentang candi ini oleh Pemerintah Indonesia dimulai secara resmi pada tahun 1977. Pemetaan ulang seluruh kompleks candi baru dilakukan pada tahun 2009.

Untuk menjelajahi Candi Gedong Songo, pengunjung bisa memilih berjalan kaki atau menunggang kuda. Warga telah membuat dua trek terpisah agar tidak saling mengganggu.

Spot wisata menarik selain keindahan alam dan kemegahan candi adalah pemandian buatan. Pemandian yang dibangun di dekat kepunden Gunung Ungaran dapat ditemui di antara CandI Gedong III dan Candi Gedong IV. Kandungan belerang yang cukup tinggi dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Jasa rental mobil Solo, iXoTransport, menyediakan paket wisata perjalanan ke Candi Gedong Songo dengan harga bersaing. Hubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Candi Gedong Songo adalah peninggalan kebudayaan Hindu yang ditemukan oleh Sir Stamford Raffles. Gubernur yang menjabat pada masa pendudukan Inggris ini menemukan kompleks percandian tersebut pada tahun 1804. Saat Raffles menemukan kompleks ini, dia hanya berhasil menemukan tujuh buah candi sehingga menamainya dengan sebutan Gedong Pitoe.

Sementara itu, nama Gedong Songo secara harfiah artinya sembilan kelompok bangunan. Kata gedong berarti “bangunan” dan songo berarti “sembilan” dalam bahasa Jawa. Candi-candi yang berada di lereng Gunung Ungaran ini memang berjumlah sembilan yang tersebar di beberapa kompleks.

Kesembilan candi tersebar di lereng dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Candi-candi tersebut sering tidak kelihatan dari jauh karena kerapkali diselimuti kabut.

Sesungguhnya, sebelum Raffles, ada seseorang bernama Loten yang telah menemukan candi-candi ini. Namun, baru Raffles-lah yang menamai candi tersebut dan menginisiasi penelitian lebih lanjut.

Diperkirakan, candi ini dibangun pada tahun 927 Masehi di masa kepemimpinan Wangsa Syailendra. Penelitian tentang candi ini oleh Pemerintah Indonesia dimulai secara resmi pada tahun 1977. Pemetaan ulang seluruh kompleks candi baru dilakukan pada tahun 2009.

Untuk menjelajahi Candi Gedong Songo, pengunjung bisa memilih berjalan kaki atau menunggang kuda. Warga telah membuat dua trek terpisah agar tidak saling mengganggu.

Spot wisata menarik selain keindahan alam dan kemegahan candi adalah pemandian buatan. Pemandian yang dibangun di dekat kepunden Gunung Ungaran dapat ditemui di antara CandI Gedong III dan Candi Gedong IV. Kandungan belerang yang cukup tinggi dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Jasa rental mobil Solo, iXoTransport, menyediakan paket wisata perjalanan ke Candi Gedong Songo dengan harga bersaing. Hubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.