Tempat Wisata Solo

Candi Sojiwan, Klaten

Candi Sojiwan adalah sebuah peninggalan Budha yang terletak di Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Candi Sojiwan terletak di antara Candi Plaosan dan Candi Barong.

Kolonel Colin Mackenzie yang diutus Stamford Raffles menemukan reruntuhan Candi Sojiwan pada tahun 1813. Saat itu, dia sedang mendata informasi kepurbakalaan di Jawa. Dia menemukan tembok yang ternyata mengelilingi candi.

Kaki Candi Sojiwan berisi 20 relief. Namun, satu relief sudah tidak dapat dinikmati lagi. Secara umum, relief-relief itu menceritakan kisah Jataka dari India.

Pembangunan Candi Sojiwan diperkirakan antara 842-859 Masehi. Hipotesis ini didasari penemuan Prasasti Rukam yang berangka tahun 907 Masehi. Prasasti yang kini dis ...

Museum Karst, Wonogiri

Museum Karst Wonogiri terletak di Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. Museum ini adalah museum terbesar dan terunik di Asia Tenggara. Sebagai informasi, terdapat tiga buah museum karst di Indonesia.

Museum Karst Wonogiri dibangun pada tahun 2008 dan resmi menjadi objek pariwisata pada tahun 2010. Museum ini menyimpan informasi dan contoh batuan kapur. Istilah karst berarti wilayah yang terdiri dari batuan yang mudah larut, contohnya batu gamping.

Sebuah museum tentu tidak sekonyong-konyong dibangun. Setidaknya, ada tiga fungsi museum karst, yakni fungsi pendidikan, fungsi rekreasi, dan fungsi lindung.

Saat diresmikan oleh Presiden RI kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono, museum ini terdiri dari bangunan tiga lan ...

Kampung Tembaga Tumang, Cepogo, Boyolali

Desa Tumang, Cepogo, Boyolali, dikenal sebagai kampung sentra industri tembaga dan kuningan. Produk-produknya sudah terkenal hingga ke luar negeri, diekspor ke Amerika Serikat, Australia, Jepang, Filipina, Inggris, dan lain sebagainya. Sentra tembaga Tumang ini lahir tak lepas dari sejarah terbentuknya desa tersebut sebagai desa pengrajin tembaga khususnya untuk alat-alat masak.

Masyarakat Desa Tumang memang mempunyai keahlian untuk membuat alat-alat dari tembaga sejak jaman Kerajaan Mataram. Masyarakat desa ini memang dahulunya membuat alat-alat dari tembaga untuk memenuhi kebutuhan orang dalam dan luar keraton.

Di masa sekarang, dengan berkembangnya pasar, para pengrajin Desa Tumang mulai membuat produksi tidak murni tembaga, a ...

Pemandian Air Panas Langenharjo

Pemandian Air Panas Langenharjo bukan sekadar pemandian biasa. Objek wisata ini mempunyai nilai historis tinggi. Keluarga Kerajaan Kasunanan Surakarta membangun pemandian ini dengan cara mengebor tanah. Dengan demikian, sumber air hangat tidak terbentuk secara alamiah seperti pemandian air panas di dekat gunung.

Lokasi pemandian ini terletak di daerah Bacem, Grogol, Sukoharjo. Lokasinya tersembunyi di pojok perkampungan di Jalan Langenharjo.

Tempat wisata ini pernah berjaya di era 1970-an dan 1990-an. Pemandian ini menjadi langganan artis untuk ritual setiap tahunnya, khususnya pada ritual malam satu Suro.

Air yang keluar dari sumur bor di Pemandian Air Panas Langenharjo dipercanya mengandung belerang. Karena itulah, air ini ...

Dayu Alam Asri, Sragen

Dayu Alam Asri, atau juga sering disebut Dayu Park, adalah tempat wisata yang terletak di Desa Dayu, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Tempat wisata terkhusus untuk keluarga ini berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Solo.

Dayu Park merupakan taman rekreasi keluarga seluas lima hektar yang sarat unsur edukasi. Selain suguhan pemandangan hutan jati, sayur-sayuran, dan buah-buahan, Anda bisa mempelajari bermacam-macam hal terkait tanaman-tanaman tersebut. Tersedia informasi mengenai cara menanam, merawat, dan memanen tanaman-tanaman di areal agrowisata Dayu Alam Asri. Jika datang saat musim panen, Anda dapat membeli hasil panennya secara langsung.

Selain agrowisata, ada mini zoo yang berisi berbagai hewan; mulai dar ...

Prasasti Plumpungan, Salatiga

Sebuah peninggalan sejarah yang ditemukan di Dukuh Plumpungan, Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, dipercaya sebagai asal mula kota Salatiga. Prasasti yang kemudian dinamakan Prasasti Plumpungan ini dibuat tahun 750 Masehi.

Prasasti yang juga disebut Prasasti Hamparan berupa batu andesit sepanjang 170 cm, lebar 160 cm, dan berdiameter 5 meter. Tulisan yang terdapat dalam prasasti tersebut berbahasa Jawa Kuno dan Sansekerta.

Berdasarkan tulisan yang ditatah dalam petak persegi empat bergaris ganda yang menjorok ke dalam dan keluar pada setiap sudutnya itu, pada jaman Mataram Kuno, daerah Salatiga dan sekitarnya dibebaskan dari segala kewajiban pajak atau upeti oleh Raja Bhanu.

Tanah perdikan di wilayah ini dibebaskan dari p ...

Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang, Sragen

Pecinta hewan khususnya kuda dan pecinta olah raga pacuan kuda harus mendatangi salah satu lokasi wisata di Sragen yakni Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang. Anda yang berencana berwisata ke Waduk Kedung Ombo pun dapat melanjutkan perjalanan ke tempat ini karena hanya berjarak 1,5 kilometer dari tepian waduk Kedung Ombo.

Lintasan pacuan kuda Nyi Ageng Serang adalah sepanjang 600 meter. Arena tersebut dibuat sebagai miniatur dari lapangan pacuan kuda Pulo Mas Jakarta.

Kuda-kuda yang dipelihara di sini adalah kuda lokal, kuda Eropa, dan kuda persilangan keduanya. Rute wisata menunggang kuda dapat dilakukan dengan pemandu. Anda bisa berkeliling areal perbukitan dan lembah di sekitar arena pacuan dan waduk Kedung Ombo.

Setelah pacuan ku ...

Watu Kandang, Matesih, Karanganyar

Sebuah peninggalan Megalitikum di daerah Matesih, Karanganyar, ini terkenal dengan nama Situs Purbakala Watu Kandang Ngasinan. Lokasinya terletak di Dukuh Ngasinan Lor, Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, tepi jalan tembus Tawangmangu – Matesih.

Tidak banyak warga yang mengetahui lokasi situs ini, sehingga, kadang kala letaknya yang sebenarnya di pinggir jalan menjadi terlewatkan. Kompleks Watu Kandang terletak di tanah persawahan dengan aliran air sepanjang tahun. Terdiri dari deretan batu berdiri yang tertata rapi, Watu Kandang diperkirakan sudah ada sebelum candi-candi di Indonesia dibangun.

Ada banyak sekali jenis dan bentuk peninggalan jaman Megalitikum di kompleks batu berjejer itu. Ada Punden Berun ...

Candi Plaosan, Klaten

Peradaban Hindu dan Budha yang sempat berkembang pesat di Indonesia jaman dahulu memang luar biasa. Walaupun di mayoritas daerah Indonesia kebudayaan Hindu-Budha telah sedikit demi sedikit terasimilasi perkembangan jaman, peninggalan-peninggalan kebudayaan itu adalah bukti visual nyata bahwa dahulu mereka sempat Berjaya di bumi pertiwi.

Salah satu peninggalan budaya bisa berbentuk berupa bangunan dengan arsitektur khas. Candi Plaosan merupakan satu dari banyak peninggalan candi di Jawa Tengah. Plaosan sebenarnya merupakan sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Prambanan, Klaten. Terdapat dua buah candi kembar di sini. Dinamakan kembar karena ukuran dan bentuk keduanya sama.

Candi yang berd ...

Candi Kethek, Karanganyar

Candi Kethek masih berada di bagian lereng Barat Gunung Lawu. Tepatnya, candi ini berada di wilayah Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dahulu kala, banyak ditemukan kera (kethek – Jawa) di daerah candi ini. Maka dari itu, penduduk setempat menamainya Candi Kethek.

Candi ini terdiri dari empat teras bertingkat yang menghadap ke arah Barat. Masing-masing teras dihubungkan dengan undakan batu, Di sisi kanan candi, terdapat jalan setapak sebagai alternatif untuk menuju ke teras paling atas.

Menurut sejarahnya, keberadaan candi ini sudah dilaporkan sejak tahun 1842, namun penggaliannya baru dilakukan pada tahun 2005. Dari proses ekskavasi, disimpulkan Candi Kethek merupakan candi Hindu. Hal ...

<< < 1 2 3 > >>