Tempat Wisata Solo

Museum Purbakala Sangiran, Sragen-Karanganyar Mengenal Lebih Jauh Asal-Usul Manusia Modern

Selasa, 29 Nov 2016

Situs Manusia Purba Sangiran adalah sebuah situs arkeologi yang terletak di antara Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Situs ini berjarak sekitar 15 kilometer di sebelah selatan Kota Solo. Total luas wilayahnya 5.600 hektar.

Jika Anda menginginkan satu rekreasi yang edukatif di sekitar Surakarta, Museum Purbakala Sangiran merupakan pilihan tepat. Situs ini terkenal setelah penemuan peninggalan-peninggalan Homo erectus dan sejumlah artifak batu di tahun 1930an. Di museum ini, pengunjung dapat melihat dan memelajari kehidupan manusia purba berjuta-juta tahun yang lalu.

Tidak hanya replika fosil manusia Jawa jaman dahulu, terdapat juga fosil cangkang dan tulang binatang. Umur fosil-fosil itu antara 1,2 juta sampai dengan 500 ribu tahun. Anda juga dapat melihat gading stegodon sepanjang empat meter. Para peneliti memerkirakan stegodon itu berukuran 11 meter dari kepala hingga ekor.

Untuk lebih mengedukasi pengunjung, pada Desember 2011 dibuka sebuah museum baru yang lebih modern. Pada tahun 2014, terdapat empat klaster yang dibangun; setiap klaster mempunyai fungsi berbeda.

Klaster Krikilanberfungsi sebagai pusat pengunjung utama. Klaster ini diresmikan tahun 2011 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Terdapat tiga ruang di klaster ini; ruang pamer “Kekayaan Sangiran”, ruang pamer “Langkah-langkah Kemanusiaan”, dan ruang diorama “Masa Keemasan Homo erectus”.

Klaster Ngebungmengandung sejarah penemuan situs Sangiran. Di klaster ini, Anda dapat mengenal lebih jauh tokoh-tokoh seperti Raden Saleh, J.C. van Es, Eugene Dubois, G.H.R von Konigswald. Di tempat ini, banyak fosil-fosil binatang, artefak, dan sisa-sisa manusia.

Klaster Bukuranberisi informasi tentang penemuan fosil manusia prasejarah di Sangiran. Klaster ini terletak di Desa Bukuran. Museum Klaster Bukuran dijadikan pusat informasi evolusi manusia purba. Informasi-informasi tersebut disajikan secara interaktif melalui film pendek dan game interaktif.

Klaster Dayumenyajikan informasi tentang penelitian terbaru. Klaster yang dibangun tahun 2013 ini adalah pusat informasi tentang pelapisan tanah purba dan budaya manusia Homo erectus terlengkap. Anda dapat menyaksikan sajian contoh lapisan tanah dari empat jaman dalam rentang masa 100 ribu hingga 1,8 juta tahun silam.

Selain museum utama, sekitar lima kilometer ke arah Barat musem berdiri sebuah menara pengawas bertingkat tiga. Anda dapat melihat-lihat pemandangan lembah Sangiran melalui menara tersebut. Di tempat itu pula, Anda dapat menyaksikan presentasi audio-visual tentang teori evolusi Darwin.

Puas menjelajah Museum Purbakala Sangiran, Anda dapat mengunjungi stan-stan souvenir yang dikelola oleh masyarakat setempat. Mereka biasanya menjajakan replika fosil dan kuliner. Bagi Anda yang belum pernah merasakan nikmatnya kriuk jangkrik goreng harus datang ke sini untuk merasakannya sendiri atau bersama keluarga Anda.

Jarak Situs Manusia Purba Sangiran yang lumayan jauh dari Kota Solo membuat lokasi ini lebih nyaman dijangkau dengan kendaraan pribadi. Untuk kenyamanan Anda, IxoTransport menyediakan jasa persewaan mobil dengan berbagai armada. Hubungi kami untuk mendapatkan penawaran menarik dari kami.