Tempat Wisata Solo

Candi Cetho, Karanganyar

Selasa, 29 Nov 2016

Candi Cetho terletak di lereng Gunung Lawu bagian Barat. Lokasi tepatnya adalah di Desa Cetho, Kabupaten Karanganyar. Candi ini berdiri 1.400 meter di atas permukaan laut. Peninggalan sejarah yang eksotis ini merupakan warisan dari Kerajaan Majapahit.

Di sisi lain, beberapa ahli berpendapat bahwa Candi Cetho bukanlah warisan Kerajaan Majapahit. Material bangunan candi yang berasal dari batu andesit dan relief teramat sederhana berbeda dengan kebanyakan candi era Majapahit yang dibangun dengan menggunakan bahan dasar batu bata merah dan memiliki relief jauh lebih detil. Bentuk arsitektur yang lebih mirip candi peradaban suku Maya di Meksiko atau suku Inca di Peru, serta patung yang lebih mirip oran Sumeria atau Romawi menunjukkan bahwa candi tersebut dibangun sebelum jaman Majapahit.

“Cetho”dalam bahasa Jawa berarti “jelas”. Masyarakat sekitar memberi nama demikian karena dari candi ini Anda dapat melihat dengan sangat jelas pegunungan yang mengitarinya yaitu Gunung Merbabu, Gunung Merapi, dan Gunung Lawu. Dari kejauhan, Anda bisa melihat puncak Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Jika Anda melihat ke bawah, Anda dapat melihat pemandangan  Kota Solo dan Kota Karanganyar.

Dibangun pada abad ke-15, Candi Cetho adalah Candi untuk tempat ibadah penganut agama Hindu. Penduduk setempat dan para peziarah yang beragama Hindu masih sering mengunjungi kompleks candi ini untuk melakukan pemujaan. Bagi penganut kepercayaan asli Jawa atau Kejawen, Candi Cetho merupakan tempat pertapaan yang biasa mereka kunjungi.

Candi ini diyakini memiliki kekuatan supernatural di balik keeksotisan bentuknya. Candi Hindu ini terkesan misterius dan spiritual karena terdapat bau dupa yang cukup menyengat dan aneka sesajen yang ada di candi ini. Selain itu, terkadang kabut tebal tiba-tiba turun menyelimuti candi dan kemudian hilang kembali.

Arsitektur Candi Cetho terdiri dari sembilan teras. Di setiap terasnya, terdapat berbagai peninggalan sejarah mulai dari gapura, arca, patung, hingga meja batu. Mulanya, terdapat 14 teras saat ditemukan oleh penjajah Belanda pada tahun 1842. Namun, pada tahun 1970 saat direstorasi oleh sekelompok orang kepercayaan Presiden Soeharto, orang-orang tersebut memugar candi berdasarkan konsep-konsep mistis hingga menyisakan sembilan teras saja.

Candi Cetho merupakan lokasi wisata terkenal di Tawangmangu. Eksotisme candi, kedalaman nilai-nilai sejarah, pemandangan menakjubkan, dan hawa yang sejuk merupakan beberapa faktor penarik untuk menghabiskan masa senggang di tempat ini. Manfaatkan IxoTransport untuk mengantar Anda hingga ke tempat tujuan. Anda dapat menghubungi kami untuk mendapatkan penawaran paket wisata Solo termurah.