Tempat Wisata Solo

Watu Kandang, Matesih, Karanganyar

Senin, 11 Mei 2015

Sebuah peninggalan Megalitikum di daerah Matesih, Karanganyar, ini terkenal dengan nama Situs Purbakala Watu Kandang Ngasinan. Lokasinya terletak di Dukuh Ngasinan Lor, Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, tepi jalan tembus Tawangmangu – Matesih.

Tidak banyak warga yang mengetahui lokasi situs ini, sehingga, kadang kala letaknya yang sebenarnya di pinggir jalan menjadi terlewatkan. Kompleks Watu Kandang terletak di tanah persawahan dengan aliran air sepanjang tahun. Terdiri dari deretan batu berdiri yang tertata rapi, Watu Kandang diperkirakan sudah ada sebelum candi-candi di Indonesia dibangun.

Ada banyak sekali jenis dan bentuk peninggalan jaman Megalitikum di kompleks batu berjejer itu. Ada Punden Berundak yang berdiri condong sehingga seperti punden berundak yang biasanya disembah sebagai nenek moyang masyarakat jaman Megalitikum.

Di tempat itu pula ditemukan Menhir dari salah satu jajaran Watu Kandang. Menhir tersebut besar dan berdiri tegak seperti tugu. Dengan adanya Menhir tersebut, dapat diasumsikan bahwa dahulu kala Watu Kandang dijadikan sebagai tugu suci tempat pemujaan roh-roh nenek moyang.

Batu yang lain berbentuk seperti meja atau Dolmen. Terletak di tengah-tengah Watu Kandang lainnya, diperkirakan Dolmen tersebut digunakan untuk meletakkan sesaji kepada roh nenek moyangnya.

Kemudian, ada sebuah batu yang besar dan melebar, di tengahnya berbentuk cukung dan dalam. Watu Kandang ini digolongkan sebagai Lumbung Batu. Peninggalan bentuk ini dahulu digunakan sebagai tempat pengupasan padi.

Sebagai lambang kesuburan, terdapat batu berlubang seperti alat untuk main dakon. Batu itu dinamakan Watu Dakon. Cap kaki Werkudoro (Tapak Bima) menghiasi batu tersebut.

Terakhir, ada Kubur Batu yang digunakan untuk meletakkan jenazah. Bentuknya persegi empat dengan ukuran batu dan jarak batu sama dan teratur.

Selain batu, di lokasi tersebut juga ditemukan Gerabah dan  Manik. Gerabah berupa mangkuk dan periuk terbuat dari tanah liat. Sedangkan, manik-manik kecil ada yang berbentuk heksagonal, tetragonal, silinder, dan cornder. Bahan manik-manik tersebut dari batu kornelion.

Walaupun objek wisata sejarah ini unik dan harus dikunjungi, sayangnya hanya sedikit wisatawan domestik yang menyambangi tempat tersebut. Lokasi ini malah lebih banyak dikunjungi oleh warga negara asing. Kunjungan Anda tentunya bisa memberikan kontribusi kepada pemerintahan setempat bahwa ternyata ada juga wisatawan domestik yang berkunjung. Mudah-mudahan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.

Jika Anda mencari rental mobil di Solo yang dapat membawa Anda ke Watu Kandang, IxoTransport siap mengantar Anda. Hubungi kami untuk melakukan reservasi secepatnya.